PEMETAAN KONDISI BANJIR ROB DI KAWASAN PESISIR PANTAI JUMIANG
Abstract
Banjir rob di kawasan pesisir Pantai Jumiang merupakan permasalahan lingkungan yang terjadi secara berulang dan berdampak pada aktivitas masyarakat pesisir. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemahaman mengenai penyebab banjir rob serta peran vegetasi mangrove dalam melindungi kawasan pantai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian meliputi masyarakat dan aparat desa di sekitar pantai dengan sampel lima orang yang terdiri atas dua aparat desa dan tiga warga sekitar pesisir pantai yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Pantai Jumiang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir rob yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, naiknya permukaan air laut dan berkurangnya vegetasi mangrove di beberapa titik. Berkurangnya vegetasi mangrove tersebut disebabkan oleh kerusakan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pesisir, seperti pencabutan mangrove, alih fungsi lahan mangrove, serta sebagai tempat parkir perahu nelayan. Sebagian masyarakat belum memahami fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dan masih menganggap banjir rob sebagai kejadian alam biasa, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan. Sebagai solusi, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan vegetasi mangrove untuk mengurangi dampak banjir rob di kawasan pesisir.
Keywords
Kata Kunci: Pemetaan, Banjir Rob, Mangrove.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
