Fenomena Cacat Bunyi Kelas Kata pada Anak dengan Indikasi Disartria
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena cacat bunyi kelas kata pada anak dengan indikasi disartria ataksik. Disartria ataksik merupakan gangguan artikulasi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan koordinasi otot bicara, sehingga menghasilkan ujaran yang tidak stabil, ritme tidak teratur, dan artikulasi kabur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, perekaman ujaran, dan wawancara semi terstruktur dengan guru subjek penelitian. Subjek penelitian, anak berusia 8 tahun berinisial ZLH, menunjukkan tiga bentuk utama cacat bunyi kelas kata, yaitu subtitusi (penggantian bunyi), omisi (penghilangan bunyi), dan adisi (penambahan bunyi). Subtitusi muncul akibat ketidakmampuan dalam mempertahankan posisi artikulatoris; omisi terjadi karena lemahnya kontrol motorik halus; sedangkan adisi merupakan bentuk kompensasi berlebihan untuk mempertahankan tekanan fonem. Hasil wawancara menunjukkan bahwa gangguan berbicara ZLH tidak hanya dipengaruhi oleh faktor neuromotorik, tetapi juga oleh faktor psikososial dan lingkungan. ZLH dikenal sebagai anak pemalu dengan interaksi sosial yang terbatas, diperburuk oleh lokasi sekolah yang jauh dari pemukiman warga serta jumlah siswa yang sedikit, sehingga peluang untuk berkomunikasi menjadi rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan berbicara anak dengan disartria merupakan hasil interaksi antara faktor fisiologis dan sosial-lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi wicara yang bersifat holistik dengan memperhatikan aspek medis, psikologis, dan lingkungan pendidikan anak.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.