PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL SCIENTIFIC INQUIRYYANGBERORIENTASI PADA LITERASI SAINS
Abstract
Full Text:
PDFReferences
Anjarsari, P. (2014). Literasi Sains dalam
Kurikulum dan Pembelajaran IPA SMP.
Prosiding Semnas Pensa VI ”Peran
Literasi Sains”.
Akbar, S. (2015). Instrumen perangkat
Pembelajaran. Bandung: Rosdakarya.
Arief, M. K., dan Utari, S. (2015).
Implementation Of Levels Of Inquiry On
Science Learning To Improve Junior High
School Student’s Scientific Literacy.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 11 (2)
(2015) 117-125.
Arikunto, S. (2015). Dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Asyhari, A. (2015). Profil Peningkatan
Kemampuan Literasi Sains Siswa Melalui
Pembelajaran Saintifik. Jurnal Ilmiah
Pendidikan Fisika ‘Al-BiRuNi’ 04 (2)
(2015) 179-191.
Azwar, S. (2016). Realiabilitas dan Validitas.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Campbell, N. A. (2010). Biologi Edisi
Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
Dahtiar, A. (2015).Pembelajaran Levels Of
Inquiry untuk Meningkatkan Literasi
Sains Siswa SMP pada Konteks EnergiAlternatif. Prosiding Simposium Nasional
Inovasi dan Pembelajaran Sains 2015.
Gultom, M. (2014). Model evaluasi reflektif
kurikulum pendidikan bahasainggris
dalam pengembangan karakter bangsa.
Universitas Cendrawasih Jayapura. Jurnal
Pendidikan Dan Evaluasi Pendidikan, Vol
, No. 2, Desember.
Hamdani. (2011).Strategi Belajar Mengajar.
Bandung : Pustaka Setia.
Handriyan, A. (2016). Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Berbasis Inkuiri Pokok
Bahasan Sistem Pencernaan Untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep.
Jurnal Pena Sains Vol. 3, No. 2, Oktober
Heriningsih, D.P. Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Berkarakter Berbasis
Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar
IPA Siswa SMP. Prosiding Seminar
Nasional Kimia Universitas Negeri
Surabaya, 20 September 2014 ISBN :
-602-0951-00-3.
Joyce, B., Weil, M., dan Calhoun, E. (2011).
Models of Teaching. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Ladachart, L., dan Yuenyong, C. (2015).
Scientific Inquiry as a Means to Develop
Teachers’ and Supervisors’ Scientific
Literacy.International Journal of Science
Educators and Teachers. Volume 1,
Number 1 pp. 63 – 76.
Lederman, N.G., Lederman, J.S., & Antink, A.
(2013). Nature of science and scientific
inquiry as contexts for the learning of
science and achievement of scientific
literacy. International Journal of
Education in Mathematics, Science and
Technology, 1(3), 138-147.
OECD. (2016). PISA 2015 Assessment and
Analytical Framework: Science, Reading,
Mathematic and Financial Literacy. Paris:
OECD Publishing.
OECD. (2016). PISA 2015 Result in Focus.
Paris: OECD Publishing.
Permendikbud. (2016). Standar Proses
Pendidikan Dasar Dan Menengah.
Jakarta : Kemendikbud.
Sagala, S. (2011). Konsep dan Pembelajaran
untuk Membantu Memecahkan
Problematika Belajar dan Mengajar.
Bandung: Alfabeta.
Sanjaya, W. (2014). Perencanaan dan Desain
Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
Soobard, R., dan Rannikmae, M. (2011).
Assessing Student’s Level Of Scientific
Literacy Using Interdisciplinary
Scenarios. Science Education
International Vol.22, No.2, June 2011,
-144.
Sudijono, A. (2014). Pengantar Statistika
Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Statistika untuk Penelitian.
Bandung: Alfabeta.
Susdarwati. (2016). Pengembangan
perangkatPembelajaran Fisika Berbasis
Problem Based Learning (Pbl) Pada
Materi Hukum Newton Dan
Penerapannya Kelas X Sman 2 Mejayan.
Jurnal inkuiri ISSN: 2252-7893, Vol 5,
No. 3, 2016 (hal 1-11).
Suyono, dan Hariyanto. (2014). Belajar dan
Pembelajaran Teori Dan Konsep Dasar.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Trianto. (2015). Model Pembelajaran Terpadu.
Jakarta: Bumi Aksara.
Wisudawati, A.W., dan Sulistyowati, E. (2015).
Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta:
Bumi Aksara
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
