Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Ruang Publik di Wilayah Blega

Afrila Fika Dewi, Fitriyah Syarif

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tentang kesalahan berbahasa Indonesia pada ruang publik di Blega. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yaitu bagaimana bentuk kesalahan penulisan ejaan pada ruang publik di Blega. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena kesalahan berbahasa Indonesia pada ruang publik. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah penulisan yang ada pada ruang publik baik di media cetak, papan iklan, atau bahkan pada papan nama instansi dan toko. Data-data kesalahan tersebut dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang umum ditemukan meliputi kesalahan ejaan, penggunaan kata yang serapan yang tidak sesuai, dan struktur kalimat yang tidak tepat. Kesalahan – kesalahan ini tidak hanya mengganggu masyarakat, tetapi juga dapat mempengaruhi citra dan reputasi daerah. Penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memepengaruhi kesalahan berbahasa, seperti latar belakang pendidikan dan pemahaman masyarakat terhadap kaidah berbahasa. Penelitian ini menekan kan penting nya meningkatkan kesadaran berbahasa melalui edukasi dan sosialisasi mengenai penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. dan kesalahan penggunaan bahasa yang tidak baku. demikian, komunikasi di masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan mencerminkan identitas budaya yang kuat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan penggunaan bahasa indonesia di ruang publik serta menjaga kelestarian budaya nasional.

References


Alwi, H., et al. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

Anshori, M. A. (2011). Dialek Madura: Karakteristik dan Peranannya dalam Interaksi Sosial.

Jurnal Bahasa dan Sastra, 2(1), 45–56.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Corder, S. P. (1974). Error Analysis and Interlanguage. Oxford University Press.

Hestiyana, H. (2018). Bentuk Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Iklan Media Luar Ruang Di Kota Pelaihari. Sirok Bastra, 6(1), 81–92. https://doi.org/10.37671/SB.V6I1.120.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode Dan Tekniknya. PT Rajagrafindo Persada.

Sukmawati & Firman. (2023). “Analisis Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia pada Ruang Publik di Kota Palopo”. Jurnal Sinestesia, 13(1), 312-317.

Sukmawaty. (2017). Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Pada Skripsi Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) KHARISMA Makassar. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 10(1). https://doi.org/10.26858/RETORIKA.V10I1.4617

Susilo, J., Pujiatna, T., & Firmasari, S. (2020). Pembinaan Tata Bahasa dan Bentuk SuratMenyurat Indonesia Berbasis Microsoft di Desa Mandala, Dukupuntang Kabupaten Cirebon. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 4(1), 173-177. https://doi.org/10.30595/jppm.v0i0.5498

Tarigan, H. G. &. Tarigan, D. (2011). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. PT. Angkasa

Wirahyuni, Kadek. (2019). “Penilikan Kesalahan Berbahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Konteks Sosial-Masyarakat di Ruang publik”. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora, 3(1), 69-77.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.