Dielaek Bahasa Madura Bangkalan: Studi Kasus Perbedaab Dialek di Desa Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah

Lailatus Sahroh, Maulid Taembo

Abstract


Penelitian ini memfokuskan pada kosakata dialek bahasa Madura Bangkalan di Desa Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologis dan variasi leksikal bahasa Madura dialek Bangkalan di Desa Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif, yaitu mendeskripsikan tentang penggunaan dialek dalam sebuah ujaran di ruang lingkup masyarakat di Desa Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah. Data yang diperoleh berupa kosakata dialek bahasa Madura. Teknik pengumpulan data yaitu teknik menyimak, sadap, dan transkripsi dengan menggunakan metode wawancara dan observasi, sehingga data dapat dianalisis sesuai dengan instrumen penelitian. Teknik analisis data mencakup tiga aspek, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 32 kosakata bahasa Madura Bangkalan yang berbeda secara fonologis di Desa Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah. Selain variasi fonologis, juga diemukan 68 kosakata yang berbeda secara leksikal. Terlihat secara umum variasi fonologis di Desa Banyoneng Laok cenderung menggunakan fonem [è], dan di Desa Banyoneng Dajah cenderung menggunakan fonem [i]. Adapun, variasi leksikal secara umum ditemukan di kategori alat dan aktivitas.


Full Text:

PDF

References


Farikha, N. (2022). “Perbandingan Dialek Bahasa Jawa Masyarakat Pesisir dengan Masyarakat Pegunungan di Pasuruan: Kajian Dialektologi”. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran. 17(16), 1-16.

Harmedianti., Ernanda., & Afria, R. (2023). “Variasi Leksikal Bahasa Kerinci Isolek Desa-Desa di Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci: Kajian Dialektologi”. Kajian Linguistik dan Sastra (Kalistra). 1(3), 257-270.

Inwansyah., Yanti, D. (2022). Dialektologi Bahasa Sunda di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. Jurnal Sasindo Unpam. 10(2), 24-53.

Istiqamah, Rasydina. (2017). “Variasi Fonologi Bahasa Indonesia pada Komunikasi Penutur Bahasa Makassar di Desa Paketto Caddi”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah. Makassar.

Keras, G. (1996). Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia.

Mahsun. 1995. Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: RajaGrafindo.

Mufidah, R., Amir, A., & Jupitasari, M. (2024). “Variasi Fonologis Bahasa Madura yang Digunakan Masyarakat Kelurahan Siantan Hulu di Kecamatan Pontianak Utara. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. 13(2), 231-238.

Muhri. (2016). Kamus Bahasa Madura-Indonesia Kontemporer. Bangkalan: LBS ebook.

Nadra., Reniwati. (2009). Dialektologi: Teori dan Metode. Yogyakarta: CV Elmatera Publishing.

Pujiana, Selvi Oktary. (2022). “Variasi Leksikal Bahasa Minangkabau di Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar: Tinjauan Dialektologi”. Fakultas Ilmu Buadaya. Universitas Andalas. Padang.

Risani, M,. Nadra,. & Noviatri. (2023). “Variasi Leksikal Bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan: Kajian Dialektologi. Jurnal Sastra Indonesia (SASINDO). 12(2), 1-13.

Sofyan. A., dkk. (2012). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Madura Yang Disempurnakan. Sidoarjo: Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: DutaWacana University Press.

Susanti, I. (2023). Investigasi Proses Fonologis dalam Bahasa Madura Dialek Bangkalan: Pendekatan Generatif Transformasional. Jupenis. 3(2), 94-104.

Taembo, M. (2023). Dialektologi: Teori dan Praktik. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Tiara, Mesha. (2021). “Variasi Fonologis Bahasa Melayu Isolek Tungkal Ulu dan Tungkal Ilir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Kajian Dialektologi”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi. Jambi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.